Cara merancang dan membangun laboratorium pengujian genetik yang memenuhi standar GMP

Dibuat pada 2024.12.04
Merancang dan membangun sebuah GMP-laboratorium pengujian gen yang mematuhi GMP memerlukan perencanaan yang cermat, fokus pada pemeliharaan lingkungan yang terkontrol, dan kepatuhan terhadap standar regulasi yang ketat untuk memastikan hasil yang berkualitas tinggi dan dapat direproduksi. Di bawah ini adalah panduan langkah demi langkah untuk merancang dan membangun laboratorium pengujian gen yang mematuhi GMP:
1. Tentukan Persyaratan dan Lingkup Laboratorium
Identifikasi Kebutuhan Spesifik: Pahami prosedur pengujian gen spesifik yang akan dilakukan, seperti PCR, ekstraksi DNA, pengurutan, atau diagnostik molekuler lainnya. Desain laboratorium akan bervariasi tergantung pada jenis tes yang dilakukan.
Standar GMP: Pastikan desain mematuhi persyaratan Praktik Manufaktur yang Baik (GMP), termasuk kepatuhan terhadap standar ISO yang relevan (misalnya, ISO 14644 untuk ruang bersih, ISO 17025 untuk laboratorium pengujian).
Peraturan Lokal: Pertimbangkan setiap persyaratan regulasi yang spesifik untuk wilayah atau negara (misalnya, FDA, EMA, otoritas kesehatan setempat) yang mengatur praktik laboratorium medis.
0
2. Rancang Tata Letak Laboratorium
Fungsional Zoning: Bagi laboratorium menjadi zona yang berbeda untuk aktivitas yang berbeda:
Area Persiapan Sampel: Untuk penanganan sampel, ekstraksi DNA/RNA, dan persiapan reagen.
PCR atau Area Pengujian: Untuk amplifikasi, pengurutan, atau prosedur pengujian lainnya.
Area Bersih: Untuk penanganan steril sampel dan reagen untuk menghindari kontaminasi.
Zona Pembuangan Limbah: Area yang ditentukan untuk menangani bahan berbahaya dan limbah.
Alur Personel dan Material: Rancang jalur yang jelas untuk meminimalkan kontaminasi silang. Misalnya, alur sampel harus dari area "kotor" (misalnya, pembuangan limbah) ke area "bersih" (misalnya, pengujian), memastikan pergerakan satu arah dari sampel, personel, dan peralatan.
Pemisahan Fungsi: Aktivitas berisiko tinggi seperti PCR harus diisolasi dari area di mana kontaminasi dapat diperkenalkan, seperti persiapan sampel atau pembuangan limbah.
0
3. Ruang Bersih dan Kontrol Lingkungan
Klasifikasi Ruang Bersih: Rancang laboratorium untuk memenuhi standar ISO 14644-1 untuk klasifikasi ruang bersih. Untuk pengujian gen, ini biasanya ISO 5 untuk area PCR atau analisis dan ISO 7 atau ISO 8 untuk area persiapan sampel, tergantung pada sensitivitas tes.
Kontrol Aliran: Gunakan aliran laminar atau aliran unidirectional untuk mencegah kontaminasi. Pasang filter HEPA untuk memastikan udara di laboratorium memenuhi standar kebersihan.
Perbedaan Tekanan: Pastikan tekanan positif di area bersih dan tekanan negatif di area yang berpotensi terkontaminasi untuk mencegah penyebaran kontaminan.
Suhu dan Kontrol Kelembapan: Pertahankan kontrol suhu yang ketat (biasanya 20-22°C) dan kelembapan relatif (40%-60%) untuk melindungi integritas sampel dan reagen.
Sistem Pemantauan: Terapkan sistem pemantauan lingkungan untuk terus-menerus melacak kualitas udara, suhu, kelembapan, dan tingkat partikel secara real-time.
0
4. Merancang Infrastruktur dan Utilitas
Sistem HVAC: Rancang sistem HVAC yang mampu mempertahankan suhu, kelembapan, dan tekanan udara yang stabil di berbagai zona. Sistem ini harus mampu menghilangkan partikel, mengontrol aliran udara, dan mencegah kontaminasi masuk ke laboratorium.
Listrik dan Daya Cadangan: Pastikan laboratorium memiliki pasokan listrik yang andal, termasuk sistem catu daya tanpa gangguan (UPS) untuk melindungi dari pemadaman listrik, yang dapat mengompromikan hasil pengujian atau fungsionalitas peralatan.
Sistem Penyediaan dan Pembuangan Air: Pastikan sistem air yang dimurnikan untuk penggunaan laboratorium (misalnya, untuk pembersihan, persiapan reagen) dan sistem pembuangan yang tepat untuk pembuangan limbah, termasuk wastafel dan stasiun pencuci mata.
Pasokan Gas: Jika perlu, pasang saluran gas untuk instrumen (misalnya, nitrogen atau CO2 untuk mesin tertentu).
5. Peralatan dan Instrumentasi
Peralatan yang Disetujui GMP: Pilih peralatan yang mematuhi standar GMP. Ini termasuk memvalidasi dan mengkalibrasi semua peralatan secara teratur. Peralatan yang digunakan dalam pengujian genetik, seperti mesin PCR, sentrifus, sequencer, dan autoklaf, harus diuji secara teratur untuk memastikan akurasi dan keandalan.
Ruang untuk Peralatan: Rencanakan ruang yang memadai untuk instrumen dan alat laboratorium. Peralatan harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga meminimalkan risiko kontaminasi dan memungkinkan akses serta pemeliharaan yang mudah.
Pemeliharaan dan Kalibrasi: Buat jadwal pemeliharaan peralatan yang terperinci. Simpan catatan pemeliharaan, kalibrasi, dan layanan untuk setiap instrumen.
6. Kebersihan dan Pelatihan Personel
Area Gowning: Tentukan area gowning di mana personel dapat berganti pakaian pelindung (misalnya, jas lab, sarung tangan, masker, pelindung wajah) sebelum memasuki lab. Area ini harus dilengkapi dengan pembersih tangan dan penyimpanan khusus untuk barang pribadi.
Kontrol Aliran Personel: Terapkan protokol ketat untuk masuk dan keluar dari laboratorium untuk meminimalkan risiko kontaminasi, termasuk ruang udara atau zona penyangga antara area bersih dan kotor.
Program Pelatihan: Berikan pelatihan menyeluruh untuk semua personel dalam GMP, prosedur operasi standar (SOP), langkah-langkah biosekuriti, dan protokol darurat. Personel harus dilatih secara teratur dan disertifikasi untuk menangani sampel genetik dan bahan berbahaya.
7. Penanganan dan Penyimpanan Sampel
Sistem Pelacakan Sampel: Terapkan LIMS (Sistem Manajemen Informasi Laboratorium) yang efisien untuk melacak setiap sampel sepanjang proses pengujian, termasuk pengumpulan, pemrosesan, dan pembuangan. Sistem ini juga harus melacak penggunaan reagen dan kalibrasi peralatan.
Penyimpanan Sampel: Rancang area penyimpanan khusus untuk sampel genetik, memastikan kontrol suhu dan kelembapan diterapkan (misalnya, freezer, lemari es untuk penyimpanan jangka panjang).
Reagen dan Penyimpanan Konsumsi: Simpan reagen dan konsumsi di area yang ditentukan yang dikendalikan suhu dan kelembapan. Semua reagen harus memiliki pelabelan yang jelas dan sistem pelacakan untuk tanggal kedaluwarsa dan nomor batch.
8. Manajemen Limbah dan Keamanan
Sistem Pembuangan Limbah: Rancang sistem pembuangan limbah untuk bahan biologis, kimia, dan bahan berbahaya lainnya sesuai dengan peraturan setempat dan standar GMP. Kontainer limbah harus diberi label dengan jelas dan mudah diakses.
Penanganan dan Pembersihan Tumpahan: Rencanakan prosedur penanganan dan pembersihan tumpahan untuk bahan berbahaya atau tumpahan kimia. Ini termasuk memastikan bahwa kit pembersihan tersedia dan personel dilatih dalam penggunaannya.
Peralatan Keselamatan: Pasang stasiun pencuci mata, shower keselamatan, kotak pertolongan pertama, dan pemadam kebakaran di lokasi strategis di seluruh lab. Pastikan semua staf lab dilatih dalam protokol keselamatan.
9. Manajemen Data dan Dokumentasi
Rekaman Elektronik: Gunakan LIMS elektronik atau buku catatan laboratorium elektronik (ELN) untuk memastikan bahwa semua data disimpan dengan aman, dapat diaudit, dan dapat dilacak. Ini termasuk data sampel, protokol pengujian, hasil, dan kondisi lingkungan.
Jejak Audit: Membangun jejak audit yang kuat untuk semua aktivitas laboratorium, memastikan integritas data, keterlacakan, dan kepatuhan terhadap regulasi GMP.
Kontrol Dokumen: Terapkan sistem kontrol dokumen untuk mengelola dan mengarsipkan SOP, catatan pelatihan, log peralatan, dan laporan uji sesuai dengan persyaratan GMP.
10. Kontrol Kualitas dan Validasi
Validasi Sistem: Validasi semua sistem kritis, termasuk peralatan, HVAC, dan kontrol lingkungan, sesuai dengan standar GMP. Ini termasuk IQ/OQ/PQ (Kualifikasi Instalasi, Kualifikasi Operasional, dan Kualifikasi Kinerja) untuk semua peralatan dan sistem.
Audit Internal: Secara teratur melakukan audit internal untuk memverifikasi kepatuhan terhadap GMP dan standar kualitas. Menetapkan tindakan korektif dan pencegahan (CAPA) untuk setiap masalah yang teridentifikasi.
Audit Eksternal dan Akreditasi: Cari audit eksternal dari badan yang diakui untuk memastikan bahwa laboratorium terakreditasi untuk pengujian yang dilakukannya. Badan akreditasi mungkin termasuk ISO 17025 untuk laboratorium pengujian atau ISO 13485 untuk pengujian terkait perangkat medis.
11. Kepatuhan Regulasi dan Sertifikasi
Kepatuhan terhadap Standar Internasional: Pastikan bahwa laboratorium mematuhi GMP, ISO 14644 (untuk ruang bersih), ISO 17025 (untuk laboratorium pengujian), dan standar relevan lainnya tergantung pada sifat pengujian dan lingkungan regulasi (misalnya, FDA, Penandaan CE).
Lisensi dan Persetujuan: Dapatkan lisensi dan persetujuan regulasi yang diperlukan untuk mengoperasikan laboratorium pengujian gen, memastikan kepatuhan terhadap regulasi lokal dan internasional yang mengatur praktik medis dan laboratorium.
Dengan merencanakan dan melaksanakan langkah-langkah ini dengan hati-hati, laboratorium pengujian gen yang mematuhi GMP dapat dirancang dan dibangun untuk memastikan pengujian genetik yang berkualitas tinggi, dapat diandalkan, dan aman sambil mematuhi standar regulasi.
Kontak
Tinggalkan informasi Anda dan kami akan menghubungi Anda.
WhatsApp