Tinjauan Klasifikasi Laboratorium
Laboratorium dapat diklasifikasikan berdasarkan berbagai kriteria, termasuk fungsi, bidang aplikasi, persyaratan kebersihan, tingkat risiko, metode kerja, dan fokus industri. Setiap jenis laboratorium memiliki persyaratan desain, konfigurasi peralatan, dan standar operasional yang berbeda yang disesuaikan dengan tujuan spesifiknya.
1. Klasifikasi Berdasarkan Fungsi
Didedikasikan untuk reaksi kimia, analisis, dan pengujian. Biasanya dilengkapi dengan penganalisis kimia, lemari asam, dan peralatan eksperimental.
Digunakan untuk penelitian biologi seperti mikrobiologi, biologi molekuler, dan biologi sel. Peralatan umum meliputi inkubator, sentrifugal, dan mikroskop.
Dirancang untuk eksperimen fisika guna mempelajari fenomena fisik dan hukum alam fundamental.
Terutama digunakan untuk pengujian klinis, diagnosis penyakit, dan penelitian medis. Peralatan standar meliputi mikroskop, penganalisis biokimia, dan penganalisis hematologi.
Berfokus pada pemantauan dan penilaian lingkungan, melibatkan analisis sampel udara, air, tanah, dan lingkungan lainnya.
Mendukung penelitian eksperimental dalam disiplin teknik seperti teknik mesin, elektro, sipil, dan kimia.
Digunakan untuk pendidikan ilmu komputer, pengembangan perangkat lunak, pengujian perangkat keras, dan simulasi sistem.
2. Klasifikasi Berdasarkan Persyaratan Kebersihan
- Laboratorium Ruang Bersih
Dirancang untuk menjaga konsentrasi partikel di udara yang sangat rendah untuk meminimalkan kontaminasi. Banyak digunakan dalam manufaktur semikonduktor, farmasi, dan elektronik presisi.
- Laboratorium Konvensional
Tidak memerlukan kontrol kebersihan udara yang ketat dan cocok untuk kegiatan penelitian ilmiah umum.
3. Klasifikasi Berdasarkan Tingkat Keamanan Hayati
Ditujukan untuk penelitian biologis berisiko rendah yang tidak melibatkan mikroorganisme patogen.
Digunakan untuk penelitian biologis berisiko sedang yang melibatkan patogen yang berpotensi berbahaya tetapi tidak mematikan.
Dirancang untuk penelitian berisiko tinggi yang melibatkan patogen yang dapat menyebabkan penyakit serius atau berpotensi mematikan. Membutuhkan sistem penahanan dan keselamatan yang canggih.
Tingkat biosafety tertinggi, digunakan untuk mempelajari patogen yang sangat berbahaya dan seringkali mematikan seperti Ebola dan SARS. Kontrol lingkungan yang ketat dan peralatan pelindung seluruh tubuh adalah wajib.
4. Klasifikasi berdasarkan Metode Kerja
Memiliki segregasi internal minimal dan cocok untuk penelitian ilmiah rutin dan kegiatan pengajaran.
Beroperasi dalam lingkungan yang sepenuhnya tertutup, biasanya digunakan untuk bahan berbahaya atau eksperimen berisiko tinggi. Personel harus menggunakan peralatan pelindung khusus.
5. Klasifikasi Berdasarkan Aplikasi Industri
Digunakan untuk penelitian dan pengembangan obat, dukungan manufaktur, dan kontrol kualitas, termasuk analisis obat dan pengujian stabilitas.
- Laboratorium Semikonduktor
Mendukung penelitian dan pengembangan sirkuit terpadu dan material semikonduktor, yang membutuhkan tingkat kebersihan ultra-tinggi.
Didedikasikan untuk pengujian pangan, jaminan kualitas, dan evaluasi keamanan.
Digunakan untuk penelitian pertanian seperti patologi tumbuhan, analisis tanah, dan peningkatan hasil panen.
Kesimpulan
Different laboratory types demand specific architectural designs, environmental controls, equipment configurations, and operational standards. Proper laboratory planning and construction should be based on the industry served, research objectives, safety requirements, and regulatory compliance.