Laboratorium Korosi & Proteksi adalah fasilitas khusus yang didedikasikan untuk mempelajari degradasi material akibat interaksi lingkungan dan mengembangkan metode untuk mencegah atau mengurangi kerusakan tersebut. Laboratorium ini memainkan peran penting dalam industri seperti minyak & gas, kelautan, kedirgantaraan, otomotif, dan infrastruktur, di mana kegagalan material akibat korosi dapat menyebabkan konsekuensi yang menghancurkan.
Fokus utama laboratorium ini adalah menganalisis mekanisme korosi, menguji kinerja material dalam berbagai kondisi, dan mengevaluasi pelapis pelindung, inhibitor, dan sistem proteksi katodik. Dengan memanfaatkan teknik analisis canggih, peneliti dapat memprediksi masa pakai material, mengoptimalkan strategi pemeliharaan, dan memastikan kepatuhan terhadap standar internasional.
Fungsi Inti Laboratorium Korosi & Proteksi
1. Pengujian & Analisis Korosi
Laboratorium korosi melakukan pengujian yang dipercepat dan waktu nyata untuk mensimulasikan lingkungan yang keras, termasuk:
Pengujian semprotan garam (ASTM B117)
Spektroskopi impedansi elektrokimia (EIS)
Pengujian korosi siklik (ISO 14993)
Evaluasi retak korosi tegangan (SCC) (ASTM G36)
Pengujian ini membantu menentukan bagaimana material berperilaku di bawah tekanan yang berbeda, seperti kelembaban, salinitas, dan paparan bahan kimia.
2. Evaluasi Pelapisan & Perlakuan Permukaan
Lapisan pelindung adalah pertahanan utama terhadap korosi. Laboratorium menilai:
Kekuatan adhesi (ASTM D4541)
Ketahanan abrasi (ISO 7784-2)
Ketahanan kimia (ASTM D1308)
Pelepasan katodik (ASTM G8)
Teknik lanjutan seperti Scanning Electron Microscopy (SEM) dan X-ray Photoelectron Spectroscopy (XPS) memberikan analisis permukaan yang mendetail.
3. Pemilihan Material & Analisis Kegagalan
Ketika kegagalan terkait korosi terjadi, laboratorium melakukan investigasi forensik untuk mengidentifikasi akar penyebabnya. Teknik yang digunakan meliputi:
Metalografi (ASTM E3)
Fraktografi (ASTM E1823)
Analisis produk korosi (ISO 8407)
Ini membantu industri memilih material yang lebih baik dan meningkatkan spesifikasi desain.
Pentingnya dalam Industri & Kepatuhan
Laboratorium Korosi & Perlindungan memastikan bahwa material memenuhi peraturan industri yang ketat, seperti:
NACE SP0169 (Standar Perlindungan Katodik)
ISO 9223 (Klasifikasi Korosivitas Atmosfer)
ASTM G48 (Pengujian Korosi Lubang dan Celah)
Industri mengandalkan laboratorium ini untuk mencegah kegagalan yang mahal, meningkatkan keselamatan, dan memperpanjang masa pakai aset. Misalnya, pada anjungan minyak lepas pantai, kontrol korosi yang tidak tepat dapat menyebabkan keruntuhan struktural, sementara di bidang kedirgantaraan, bahkan korosi kecil pun dapat membahayakan integritas pesawat.
Peralatan & Teknik Utama
Laboratorium korosi yang lengkap biasanya mencakup:
Potensiostat/Galvanostat untuk pengujian elektrokimia
Ruang Iklim untuk simulasi lingkungan terkontrol
Lemari Uji Semprotan Garam (ASTM B117)
Mikroskop & Spektrometer untuk analisis permukaan
Teknologi yang sedang berkembang seperti model prediksi korosi berbasis pembelajaran mesin dan lapisan penyembuhan diri juga diintegrasikan ke dalam laboratorium modern.
Kesimpulan
Laboratorium Korosi & Perlindungan sangat penting untuk memastikan daya tahan material, kepatuhan terhadap peraturan, dan keselamatan operasional di berbagai industri. Dengan menerapkan pengujian yang ketat, metode analitis canggih, dan kepatuhan terhadap standar internasional, laboratorium ini membantu mengurangi salah satu tantangan paling persisten dalam teknik dan ilmu material.
Bagi industri yang ingin meningkatkan umur aset, bermitra dengan laboratorium korosi terakreditasi bukan hanya bermanfaat—tetapi merupakan suatu keharusan.